KELOMPOK
3
·
Bimo
Nur Pratama (21212473)
·
Fina
Aprilita (22212955)
·
Guntur
Supriadi (23212212)
·
Melly
M. Putri (24212546)
·
Retno
Fitriyanti (26212166)
Kasus
3-1
KEBIASAAN
KERAS KEPALA
“ Suatu etika di Republik Ceko telah
membaik sejak awal”, kata Josef Machinka, seorang penasihat ekonomi kementerian
keuangan, ketika menghadiri sebuah seminar penanaman modal yang disponsori oleh
Bursa Saham Prague (Prague Stock
Exchange). “Kami sangat kurang menumbuhkan kerangka etika.”
Professor Jana Vychopeh dari Adds
Charles University,” masalah etika masih ada, tapi mereka mengakar selama 40
tahun di bawah sebuah sistem korupsi. Di bawah naungan komunis, semua pengaruh
serba politik. Tidak ada ekonomi kemudian korupsi tidak bisa diredam, tapi
sekarang mencekiknya. Kita telah dikejutkan dalam sebuah ekonomi pasar dan
tiket privatisasi telah disebek dengan skandal. Bakhan kata ‘pembangunan
terowongan/tunneling’ berarti sebuah
asset tarian bugil, telah tercipta di sini.”
“Etika menggantung pada pasar hanya
menimbulkan kurangnya transaparansi,” kata Pavel Kraus, Analis Merta Investment
Management. “Banyak manajer saat ini yang melupakan sikap mereka pada tahun
70-an dan 80-an. Di bawah komunisme, kerahasiaan bukan transaparansi adalah
semboyan. Mereka tidak berfikir pentingnya supaya investor terus memperoleh
informasi, jadi bagaimana anda tahu mereka bukanlah sejumlah manajer curang
yang coba menyembunyikan sesuatu?”
Dia melanjutkan dengan mencontohkan
Badnar, sebuah perusahaan kimia besar yang dulunya adalah perusahaan pertama
milik Negara yang menjadi swasta. “Bednar dijalankan oleh anjing-anjing tua
yang tidak bisa atau tidak akan belajar cara baru. Seperti halnya kebanyakan
perusahaan di Republik Ceko, Bednar tidak ada di bursa saham, tapi mereka ada
di bursa saham dengan sendirinya karena privatisasi. Para manajer ada dalam
perusahaan dagang public yang berlawanan dengan kehendak mereka.
“Tetap, lebih baik dari masa lampau.
Kembali ke tahun 90-an, saya mengajak mereka bertemu untuk membahas rencana
bisnis mereka dan telah dikatakan, ‘pasti demi satu jam CzK 400’. Saya terus
menelepon mereka untuk beberapa minggu dan akhirnya mendapatkan mereka. Mereka
mengakhiri pertemuan dengan saya gratis!”
Jiri Michalik adalah yang sepahan
dengan Kraus, seorang perantara dengan Habova Securities. “ Semuanya menjadi lebih
baik. Perusahaan-perusahaan Ceko akhirnya menyadari bahwa mereka harus member
tahu investor apa yang akan mereka masuki jika mereka menarik lebih banyak
penanaman modal. Mereka melihat dan menyadari bahwa rival dari Hungaria dan
Polandia meninggalkan kita dalam keadaan tidak bersih. Tepat setelah
privatisasi, sebagian besar manajer tidak berpengalaman dalam menyusun dan
menyebarkan informasi keuangan mereka. Malahan, jika mereka memiliki niat yang
baik, hal itu sangatlah sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, sekarang mereka
sangat berpengalaman.”
“Percakapan kembali lagi ke Jana
Vychopeh. “Saya benar-benar menyalahkan bursa saham Prague. Tetap tidak
memperlihatkan adanya kenaikan modal. Tiga IPO antara tahun 1993 dan 2006
adalah catatan buruk. Kita memiliki aturan setempat dan sikap para manajer
berubah, jika perlahan. Namun, lemahnya pengamatan berarti bahwa investor
selalu tidak bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan atau mereka
mendapatkannya telah terlambat.”
Diminta
1.
Gambarkan
masalah yang diilustrasikan dalam kasus ini.
Pada masa
sekarang ini, Republik Ceko telah mengalami kemajuan suasana etika. Menurut
Josef Machinka, Republik Ceko dahulunya sangat kurang menumbuhkan kerangka
etika. Hal ini dapat dibuktikan dari tidak ada transparasi khususnya bagi
investor dalam memperoleh informasi.
Pada saat Republik Ceko masih bergabung dengan Uni Soviet, dibawah paham
komunisme kerahasiaan dan bukan transparasi adalah semboyan. Mereka tidak
berfikir pentingnya investor memperoleh informasi. Bagaimana anda tahu mereka
bukanlah sejumlah manajer curang yang
mencoba menyembunyikan sesuatu. Seperti halnya kebanyakan perusahaan di Ceko mereka
mempunyai saham di bursa saham, tetapi mereka tidak ada di bursa saham. Ceko
mendaftarkan sahamnya di bursa saham, namun tidak mempublikasikan infiormasi
maupun laporan sahamnya. Pada akhirnya, perusahaan-perusahaan di Ceko menyadari bahwa mereka harus memberitahu investor apa yang akan mereka masuki jika mereka menarik lebih banyak penanaman modal. Ceko mulai mempublikasikan semua informasi bisnisnya. Mereka melihat dan menyadari bahwa rival dari Hungaria dan Polandia meninggalkan mereka dalam keadaan tidak bersih. Tepat setelah privatisasi, sebagian besar manajer tidak berpengalaman menyusun dan menyebarkan informasi keuangan mereka. Malahan, jika ingin menyebarkan informasi hal itu sangat sulit dilakukan. Padahal, manajer sekarang ini sangat berpengalaman dalam menyusun dan menyebarkan informasi keuangan mereka.
2.
Apa
kemungkinan penyebab dari semua masalah ini ?
Kebiasaan
keras kepala Ceko disebabkan oleh adanya semboyan yang dianut dari masa Ceko masih bergabung dengan Uni Soviet. Dalam paham komunis semboyan kerahasiaan
menyebabkan Ceko masih tidak mau mempublikasikan informasi keuangan mereka.
Sehingga, dengan adanya semboyan kerahasiaan itu Ceko tertutup dengan
kemungkinan investor untuk melihat laporan keuangan mereka. Selain itu, Ceko
juga menutup informasi di bursa saham.
3.
Apa
akibat dari semua permasalahan ini bagi investor, Perusahaan Ceko, dan Bursa
Saham Prague?
Karena
adanya kebiasaan keras kepala untuk
menutupi informasi keuangan, perusahaan Ceko ditinggalkan rival mereka,
yaitu Hungaria dan Polandia dalam keadaan tidak bersih. Investor yang
berinvestasi di perusahaan Ceko tidak dapat memperoleh informasi dan membuat
investor berpikiran bahwa manajer perusahaan di Ceko telah berbuat kecurangan.
Selain itu, karena adanya kerahasisaan dari perusahaan Ceko, membuat bursa saham
Prague tidak dapat memperlihatkan adanya kenaikan modal perusahaan yang membuat
investor tidak dapat memperoleh apa yang mereka butuhkan atau mereka
mendapatkan terlambat.
4.
Tuliskan sebuah program perubahan yang
dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan tersebut.
Menurut kami, program yang
dibutuhkan adalah sebagai berikut :
a. Melakukan evaluasi terhadap Sistem
Pengendalian Internal perusahaan. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi
kelemahan dan kelebihan dari kinerja perusahaan tersebut. Dalam hal ini, membutuhkan
seorang manajer yang mampu menyusun dan melaporkan segala infiormasi yang
berhubungan dengan perusahaan yang berguna dan dibutuhkan oleh investor maupun
perusahaan itu sendiri.
b. Merubah kebiasaan yang telah
mendarah daging di Ceko dengan membuang sikap privatisasi dan membuang semboyan
kerahasiaan dan bukan transparasi. Dengan adanya peraturan yang memiliki sanksi
atas pelanggarannya, maka akan meminimalisir ketergantungan Ceko terhadap
kebiasaan keras kepala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar